GTT di Kendal Bingung Diminta Kembalikan Uang Transpor Sepanjang 2017

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan kesalahan laporan keuangan 2017 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal. Tentang pemberian uang transport untuk GTT. Hal itupun menyebabkan ribuan guru tidak tetap (GTT) di wilayah itu diminta mengembalikan uang transportasi yang mereka terima selama 2017.

Bagai jatuh tertimpa tangga, upah mengajar yang jauh dari kata menyejahterakan kehidupan mereka, para GTT itu kini masih harus mengembalikan uang yang nominalnya cukup berarti.

Seorang GTT dari sekolah dasar di Kendal yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, diminta untuk mengembalikan uang yang jumlahnya hampir Rp 1,5 juta.

Ia mengetahui hal itu saat dirinya dan para guru lain tengah dikumpulkan di UPTD kecamatan untuk membicarakan hal tersebut, di mana diberitahukan adanya kesalahan laporan keuangan.

“Kami tidak tahu sebabnya kami diminta mengembalikan uang itu. Yang kami tahu dulu kami diminta hadir dalam kegiatan di Kendal, kemudian diminta tanda tangan untuk mendapatkan uang saku dan transportasi,” ujarnya. Ia menuturkan, guru yang menerima uang transportasi itu dari guru TK hingga guru SMP. Saat ini, ia dan para GTT lain tengah kebingungan bagaimana caranya mengembalikan uang yang telah ia terima itu. Karena, uang saku dan transpor yang ia terima itu telah digunakan untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari yang masih minim itu.

“Uangnya pun sudah digunakan, apalagi kayak kami yang perjalanan ke Kendal dari daerah kami, untuk hadir dalam kegiatan dinas itu sangat jauh. Uangnya pasti habis untuk transportasi kami, kalaupun sisa pasti sedikit,” paparnya.

Beliau dan para GTT lain merasa lemah atas kebijakan pemkab itu. Para guru takut apabila tidak mengikuti kebijakan itu akan berdampak pada keberlangsungan kegiatan mengajar mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *