Cara Menghadapi Murid Nakal di Sekolah Dasar (SD)

Sebagai guru, apalagi guru sekolah dasar, sangat lah perlu memiliki segudang cara dan tips menghadapi murid nakal di kelas, khususnya saat pelajaran sedang berlangsung. Sebab, kadang-kadang, jika tidak ditangani secepat mungkin dan dengan cara yang tepat, situasi pembelajaran akan sangat terganggu dan tidak efektif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefenisikan kata “nakal” sebagai berikut; Nakal: suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dan sebagainya, terutama bagi anak-anak).

Murid (kadang-kadang) disebut nakal karena sering mengganggu temannya selama pelajaran berlangsung, tidak mendengarkan pemaparan materi dari guru, tidur-tiduran, mengajak temannya ngobrol selama pelajaran berlangsung, mengajukan pertanyaan yang tidak sesuai konteks atau tema pelajaran yang disajikan gurunya, tidur selama jam pelajaran berlangsung, melawan guru saat diberikan pembinaan, dan berbagai bentuk tindakan lainnya yang mengganggu warga kelas yang sedang mendengar pelajaran.

Tindakan mereka sangat mengganggu situasi pelajaran dan membuat penyajian materi pelajaran harus diulang kembali.

Tentu, sebagai manusia biasa, emosi bisa saja meledak seketika saat pelajaran diganggu oleh tindakan nakal seorang murid.

Tetapi, meskipun situasi pembelajarannya terganggu oleh tindakan-tindakan nakal dari murid di dalam kelas, seorang guru senantiasa dituntut untuk bersikap sabar, rendah hati dan mampu mengendalikan situasi tersebut dengan baik. Seorang guru harus tetap tenang dan fokus pada tujuan penyajian materi.

Kenapa Siswa Sekolah Dasar Cenderung Berisikap Nakal

Dalam psikologi pendidikan, tentu kita mengenal tahapan-tahapan perkembangan anak. Mulai dari dia kanak-kanak, hingga dewasa.

Bagi seorang guru, mengenal tahapan perkembangan anak secara komprehensif sangat membantu dirinya menemukan solusi atas tindakan-tindakan murid di dalam kelas yang mengganggu proses pembelajaran.

Di sekolah dasar, perilaku siswa yang nakal di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung tentu berkaitan erat dengan perkembangan usia mereka, yang mana lebih didominasi keinginan untuk bermain dan bercengkerama dengan teman-temannya.

Mereka tidak terlalu betah di dalam kelas jika mereka hanya duduk dan mendengar penjelasan dari gurunya.

Beberapa tindakan mereka, misalnya; mengganggu teman sebangku yang sedang asyik mendengar pelajaran, menggambar sesuatu yang muncul dalam pikirannya saat guru sedang berbicara, tidur saat pelajaran berlangsung, bahkan ada yang memukul temannya saat jam pelajaran berlangsung.

Akibatnya, situasi kelas menjadi gaduh, konsentrasi murid lainnya menjadi terganggu-tidak lagi mendengar penyajian materi yang dipaparkan guru dan pelajaran akhirnya harus ditunda beberapa saat karena sang guru harus memberi pembinaan terhadap murid yang menyebabkan situasi itu di dalam kelas.

Beberapa Tips Sederhana Menghadapi Murid Nakal

Seorang guru tentu perlu memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi murid nakal di dalam kelas. Strategi yang diterapkan para guru bisa saja variatif, dikondisikan dengan tempat, lingkungan dan konteks situasi yang terjadi.

Mengenal Karakter dan Latar Belakang Murid yang Nakal

Saya sangat yakin, semua guru di dunia sangat mengenal karakter setiap murid yang dididiknya. Apalagi seorang guru kelas di Sekolah Dasar. Seorang Guru SD biasanya memiliki daftar muridnya yang memiliki kecenderungan yang tinggi dalam berperilaku nakal di dalam kelas.

Dengan mengenal karakter murid yang nakal itu, maka seorang guru langsung mengetahui strategi apa yang diterapkan.

Misalnya, murid saya, sebut saja namanya Randi, adalah seorang yang sangat aktif dalam berbicara. Dia suka ngobrol dengan teman-temannya. Di rumahnya, dia sangat dimanjakan oleh orang tuanya.

Dia senang mencoba hal-hal yang baru, yang dia temukan di lingkungannya. Di dalam kelas, tentu keaktifan berbicara itu akan dia lakukan dengan teman-temannya meskipun saat pelajaran sedang berlangsung, dan teman-temannya sedang mendengarkan pemaparan materi pelajaran dari guru di depan kelas.

Meminta Murid Nakal Menjelaskan Ulang Materi yang Dipaparkan Guru

Saat pelajaran tengah berlangsung dan seorang guru melihat dan mendapati murid nakal tengah mengganggu murid yang lain, seorang guru langsung memanggil nama murid tersebut dan meminta dia mengulangi apa yang baru saja disampaikan guru.

Misalnya: “Randi, coba kamu ulangi apa yang baru saja ibu jelaskan”

Tips ini bisa saja dilakukan dalam dua bentuk. Pertama, meminta murid tersebut mengulangi apa yang disampaikan guru secara lisan, dan, Kedua, murid tersebut diminta menuliskan di papan tulis apa yang disampaikan gurunya.

Pengalaman saya, cara itu cukup ampuh untuk menghentikan perilaku murid yang nakal di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Saat dia berhenti melakukan perbuatannya, seorang guru langsung memberi pembinaan agar perbuatannya tidak diulangi lagi.

“Jangan nakal lagi di dalam kelas. Kalau guru sedang memberi penjelasan, kamu dengarkan apa yang guru sampaikan. Saya minta Randi tidak mengulangi perbuatan tadi”

Meminta Murid Nakal Berpindah Tempat Duduk

Cara ini duduk pada pemahaman, bisa saja murid yang nakal di dalam kelas juga karena pengaruh temannya yang duduk berdekatan. Misalnya, karena mereka sering bermain bersama di luar kelas, atau karena teman yang berdekatan itu adalah teman akrabnya.

Murid yang nakal tadi diminta untuk berpindah tempat duduk, misalya ke tempat duduk yang lebih dekat dengan gurunya.

Guru Memberikan Game Yang Berkaitan Dengan Mata Pelajaran

Bagi seorang guru SD, game sangat penting untuk mendinamisasi situasi di dalam kelas. Tujuannya, agar pelajaran tidak terasa membosankan dan jenuh. Sebab, kadang-kadang, murid sekolah dasar dapat menemukan semangatnya untuk menemukan pelajaran setelah diajak bermain dalam sebuah game (permainan) yang dikreasikan gurunya.

Guru juga bisa menggunakan game untuk menghentikan perilaku murid yang nakal di dalam kelas. Meskipun, dalam beberapa kasus, seorang guru kadang terkesan mengabaikan murid yang tadinya melakukan perbuatan nakal di dalam kelas. Padahal, sebenarnya, tidak lah demikian. Guru tentu tahu dan melihat aksi nakal muridnya selama jam pelajaran berlangsung.

Namun, juga diperlukan otokritik dalam diri guru dengan asumsi sederhana bahwa penyebab murid nakal di dalam kelas juga karena metode pengajaran gurunya membosankan dan membuat muridnya jenuh.

Untuk hal tersebut, silahkan memilih game yang paling cocok dengan situasi kelas anda dan dimainkan pada saat ada aksi nakal yang dilakukan murid.

Lakukan Pendekatan dengan Orang Tua Murid

Kita pahami bersama bahwa perkembangan seorang kognitif dan afektif seorang murid tidak hanya bergantung sepenuhnya terhadap pendekatan akademik di sekolah. Lingkungan sosial dan keluarga juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak.

Oleh karena itu, dalam menghadapi murid yang sering nakal di dalam kelas, saya juga menerapkan metode pendekatan terhadap kedua orang tuanya. Dengan pengecualian, tindakan nakal di dalam kelas dari si murid dilakukan berulang-ulang dan setelah mendapat teguran atau pembinaan dari saya sebagai guru.

Pendekatan terhadap orang tuanya bertujuan agar orang tuannya juga mengetahui situasi dan perilaku anaknya di sekolah.

Sehingga, harapannya, melalui pendekatan komunikatif dan persuasif tersebut, orang tua murid dapat turut membantu memberikan dorongan dan perbaikan terhadap murid yang nakal tersebut.

Penulis Ratmo Wijoyo, Sumber dari berbagai Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *